Please check out my new collection here: Jingga Gems. Thanks!
Wednesday, July 20, 2005
Check This Out
splashed by dy at 7/20/2005 01:23:00 PM 5 drops
labels: sideline
Friday, July 15, 2005
Fireworks
"Di mana?" Tanyaku.
"Tu... di sana...." Telunjuknya menunjuk satu titik di langit-langit ruangan, enam puluh derajat dari horisontal.
"Oh iya... itu dia," ucapku gembira, terbawa antusiasnya.
Damian tersenyum dan matanya mengerjap-ngerjap cepat.
"Memangnya Damian lihat apa...?" pancingku melirik, ingin tahu, sekaligus tak ingin salah menebak.
Matanya mengerjap-ngerjap cepat tak henti, telunjuknya menunjuk langit-langit.
"Itu... fireworks, ma...." Sekarang suaranya menimpali dengan bunyi,"Dum... dum... dum...."

Ah ya.... aku ikut menengadah lagi, mengerjapkan mata cepat... Itu dia fireworks-nya! Kami menikmati kerlip itu bersama, di dalam ruang ditimpali rintik gerimis. Tersenyum sambil mengerjapkan mata....
I'm amazed how he's just so full of imagination.
(Posting ini juga buat Tante Neenoy yang pingin lihat fireworks.... dari Damian)
splashed by dy at 7/15/2005 12:15:00 PM 2 drops
labels: episode
Monday, July 11, 2005
Freedom
Di ruang makan kami tergantung dua poster reproduksi karya Norman Rockwell ini: Freedom of Speech, dan Freedom from fear. Keduanya membuat saya menyimak lebih jauh. Kebebasan, terkadang jadi salah guna, bahkan bumerang, jika diterapkan berlebihan.
Saat orang di sini (US) bebas bicara dan berekspresi, terkadang jadi kurang mendengarkan. Mereka sangat pandai dalam berucap, mengemukakan pikirannya, sehingga ke-aku-annya menjadi sangat penting. Satu hal yang menurut saya jadi bumerang dalam Freedom of Speech ini contohnya adalah pengesahan hukum pernikahan sesama jenis (di beberapa negara bagian). Argumennya semata-mata adalah rasio, selain didukung kebebasan ekspresi kelompok gay. Selain itu adalah keinginan mereka untuk memilik keturunan yang sah dengan hak-hak yang sama seperti orang tua lainnya. Dan kerena hampir segala hal di sini berdasar rasio semata, tampaknya sudah sangat sulit mencari alasan lain untuk menolak hukum ini. Saya bukan orang yang sangat religius, apalagi rasis. Saya menghormati kebebasan orang lain, tetapi di lain pihak saya masih percaya ada hal-hal yang sudah diatur dari 'sananya' (haa... Indonesia banget!); salah satunya adalah pernikahan antara dua lawan jenis (+ anak yang memiliki ayah-pria dan ibu-wanita).
Dan freedom of Speech (and expression) saat dulu didengungkan dan jadi landasan berpikir orang-orang di US, buat saya konteksnya jadi berbeda ketika diterapkan di pop culture seperti sekarang. Maka saya sudah nggak heran lagi dengan orang di sini yang pandai bersilat lidah. Malah kalau kamu bertengkar dengan orang boleh bersumpah-serapah f**k, sh*t, a**h***, s*c* dan sejenisnya, asal tangan nggak ikutan bicara!
Makanya nggak heran sekarang US jadi polisi dunia, malah sibuk menyerang negara lain. Mungkin maksudnya menerapkan "Freedom from fear". Supaya anak-anaknya bisa tidur nyenyak. Tapi mudah-mudahan ia juga sadar, begitu menyerang negara lain, negaranya sendiri jadi nggak bisa tenang. Masih ingat penyerangan US ke Irak disebut Operation Iraqi Freedom? Dan freedom from fear ini sudah jadi bumerang, karena headline di koran lukisannya Norman Rockwell persis sama seperti headline koran yang dipegang bapak-bapak jaman sekarang....
(Ditulis mengingat kemerdekaan US tanggal 4 Juli lalu, disusul pengeboman di London, Inggris yang sekutunya US)
splashed by dy at 7/11/2005 03:02:00 PM 4 drops
labels: sense
Thursday, June 16, 2005
Treasure
What good is a victory if it wounded another body...?
What good is a speech if it offended another heart...?
What good is a work if the object is unaware...?
What good is a plan if it not be executed...?
What good is a success if it's only your perceptive...?
What good is a cruise if you're sailing alone...?
What good is a medicine if you're feeling sick...?
What good is a diamond if you don't keep it...?
splashed by dy at 6/16/2005 10:54:00 PM 3 drops
labels: sense
Saturday, June 11, 2005
Today
Lalu aku menelepon tempat kerja, minta ijin nggak masuk. Aku beruntung sekali bisa part-time di tempat yang waktunya cukup fleksibel begini, padahal baru tiga hari yang lalu minta ijin off. Setelah itu aku coba telepon seorang artis yang punya art gallery di downtown. Kami berjumpa di craft fair seminggu lalu, dan wanita asal Iran ini menawarkan untuk consignment jewelry yang kubuat di gallery-nya. Aku cuma bisa meninggalkan pesan di answering machine, i had no idea what her gallery hours is. Btw, aku cukup senang dengan hasil show minggu lalu. Senang hasil karyaku diapresiasi, dan jadi tahu apa yang disukai pembeli. Aku sempat berkenalan dengan pemilik tenda sebelah, yang menjual art & craft asal Peru. Jadi kepikiran, art & craft Indonesia nggak kalah dan lebih bagus dimataku, gimana ya caranya supaya bisa dipasarkan di sini. Hmm... catatan yang satu ini bakal kusimpan dulu di laci, sambil cari info lagi.
Sepagian Damian tidur lagi, enggan makan. Sedih melihat anak yang biasanya berloncatan dan banyak tanya ini cuma berbaring saja, yang biasanya mau makan apa saja menolak ditawari makanan enak. Setelah kubawa ke dokter, diagnosanya nggak mengkuatirkan. "He's suppose to be alright in a couple of days". Ya, aku berdoa semoga begitu adanya, can't wait 'till Sunday when it happens... Setelah beli obat, sampai rumah aku bujuk Damian makan sup, dan ia segera tertidur lagi setelah minum obat. Setelah makan siangku yang terlambat dan istirahat sebentar, Damian bangun lagi dan menolak diajak bermain. Tak lama bersiap kami berangkat menjemput my hubby, dan menuju pertokoan, membeli hadiah perkawinan seorang teman besok, dan hadiah lainnya. Aku ingin segera sampai rumah karena ingin Damian cepat istirahat lagi, dan ternyata sudah jam sembilan malam setiba di rumah, ditambah ada sedikit masalah dengan jendela mobil. Hmphh... Lalu Damian kumandikan, makan lagi sedikit, minum obat, dan baru tertidur lagi jam sebelas lebih.
Dan sekarang, here I am. At 1am. Penasaran melihat postingku setahun lalu. Lagi apa aku setahun lalu, di waktu yang sama? Ah, ternyata waktu itu komputer crash. Tepat setelah kami balik dari NY. Dan baru dua minggu lalu kami kembali lagi ke New York, one of my favorite cities I've known. Dan sekarang aku sudah kehilangan kata-kata buat menceritakannya, dan perasaanku masih sama seperti setahun lalu kami ke sana. Soal ini aku nggak bisa terapkan kata-kata bijak Edna," I don't look back, Darling... It distracted from the now...." Because sometimes, I do looking back, and enjoy it. Soal tokoh film yang satu ini, aku suka karakternya yang menonjol walau cuma muncul sebentar. Ia bukan tokoh utama, tetapi ia ada dan membekas... Ahh aku jadi melantur, mungkin sebaiknya aku tidur....
This posting is also dedicated to my dear sisters, whom I miss so much sometimes but didn't have a chance to talk as much as we used to.... and chat about every little details of our lives.
splashed by dy at 6/11/2005 01:23:00 AM 5 drops
labels: episode