Thursday, March 23, 2006

3 - The Park

Monday, February 27  

Walt Disney, Magic Kingdom

Menghabiskan waktu dari pagi hingga malam di dunia anak-anak ini. Damian paling suka naik Train, Buzz Light Year, It's A Small World, carrousel, Alladin Carpet, Pooh Playground, dan banyak lagi... (Aduh, sampe nggak inget lagi...).

Fun!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuesday, February 28  

Universal Studio, Orlando 

Walau lebih banyak tempat bermain buat usia sekolah dan teenager, di sini Damian tetap bisa bermain di area toddler. Paling suka... main air! 

 

 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Wednesday, March 1  
 
Universal Island of Adventure 

What can I say.... Semangat bermain dan jalan-jalan masih tinggi.... tetapi semangat mengambil foto sudah berkurang, hehehe.... Ultimate ride: The Mummy Return! (Kali ini, tentu saja Damian nggak boleh naik.

 

 

to be continued....

Thursday, March 16, 2006

2 - The Beach

Sunday, February 26  
 
Hari ini mengarah barat Florida, menuju Tampa. Setelah satu setengah jam perjalanan, sekitar jam makan siang tiba di Ybor City, kota historic "the cigar capital of the world" di tahun 1900. Dulu pekerja pelinting rokok di sini datang dari Cuba dan Italia, bahkan sempat jadi sarang mafia.
 
 
 
Walaupun sekarang pabrik rokoknya sudah musnah, bagian kota yang dijadikan Historic Landmark Distric ternyata menarik. Bangunan tua direnovasi dengan ciri balkon dari trelis besi dan dinding bata. Seperti biasa di daerah wisata, banyak pertokoan, restoran, dan galeri dilengkapi streetcar yang sangat menarik perhatian Damian. 
 
Setelah makan siang, kami langsung menuju Hari ini mengarah barat Florida, menuju Tampa. Setelah satu setengah jam perjalanan, sekitar jam makan siang tiba di Clearwater Beach, melewati Tampa Bay dan menyusuri sisi Gulf of Mexico. Bau laut yang segar langsung menerpa hidung, aroma asin menyapa bibir. 
 
How I love the beach.... Pasirnya putih dengan garis pantai yang tak terlihat ujungnya. Walaupun matahari menyengat terik, udara dingin masih berhembus dan cukup kencang. Tapi kami tetap bermain air, mengumpulkan kerang, berjalan-jalan di pantai, duduk-duduk menatap cakrawala. Saat senja mulai turun kami sudah kembali menuju Timur karena cuaca yang mendingin. Dan saat matahari merah di ufuk barat kami berhenti di sisi highway yang menyebrangi Tampa Bay, dan menunggu bola merah itu lenyap. Sambil berpose sesekali :) Cantik..., langit senja yang sempurna. Lalu kami kembali ke Kissimmee, Orlando. Bye lovely Tampa.... Perjalanan 180 miles pulang pergi terbayar sudah.
 
 

Thursday, March 09, 2006

1 - A Long Trip

Hmmm... sekarang rasanya masih cape. Tapi rasa senang itu masih ada. Kenangan-nya masih melekat. Foto-fotonya masih menimbulkan tawa. Berbeda dengan perjalanan sekitar kota ini yang jarang kucatat. Washington DC, Philadelphia, New York, Virginia. Tetapi yang satu ini beda. Karena berlibur mengarung jarak 2684.2 miles. Begini.... 
 
Jumat, 24 Feb 
 
Masih masuk kerja, untungnya bisa setengah hari. Setelah ke bank, ke walmart, ke farmasi, ke pencuci mobil, jemput Damian, jemput suami, isi bensin, sampai rumah sudah jam 7 lebih. Belum laundry dan packing pula.... Baru tidur jam 11 malam, itu pun masih belum beres karena harus tidur dan bangun pagi-pagi.  
 
Sabtu, 25 Feb 
 
Jam 2.30 subuh bangun, didului suami yang sudah bikin kopi. Persiapan terakhir packing, mandi, melipat laundry (doh...), beres-beres, dan terakhir mengangkut Damian ke mobil. Berangkat jam 4.15 dari rumah, menuju rumah keluarga Haris (plus Leli, Aldi, dan Baheera) di Columbia. Belokan ke rumahnya sempat terlewat, langsung ditelepon dan berangkat tanpa mampir. Tepat jam 4.45 masuk ke highway. Menuju I-95 Selatan, melewati perbatasan Maryland, Washington D.C, dan Virginia. Lalu memasuki North Carolina dan South Carolina.
 
  
My hubby sudah meyiapkan peta perjalanan yang hendak dituju. Walaupun mengaku dirinya tidak passionate dengan arsitektur, tahu nggak cara dia menyipakan peta perjalanan....? Dibuatnya peta skala kecil dari titik awal ke titik tujuan, lalu dilengkapi dengan peta berskala lebih besar yang menunjukkan belokan atau jalan yang dianggap perlu diperjelas. How's that detail coming from...? 
 
Kami baru berhenti beberapa saat sebelum memasuki Georgia, sekitar jam 1.30 siang untuk makan. Terimakasih untuk Tante Ambar yang sudah membantu menyiapkan konsumsi (rendang, tahu bacem,dan sambal ijo+teri). Hmmm... yummy. Untungnya selama di jalan Damian banyak tidur dan saat makan siang bisa bermain bersama Aldi dan Baheera. Setelah selesai kita berangkat lagi, dengan tekat nggak mampir ke mana-mana sebelum sampai tujuan. Oh ya, kecuali kalau mau isi bensin dan pipi tentu saja. 
 
Ternyata sejak Georgia sampai memasuki Florida menuju Orlando hujan turun cukup lebat. Tetapi syukurlah hingga mencapai Oak Plantation Resort Kissimmee semua berjalan lancar. Memasuki resort dua kamar tidur sekitar pukul 7.30 malam... Yayyy... sampai juga akhirnya. Resortnya sendiri cukup nyaman, lengkap dengan living room, dapur, dan TV di tiap kamar. Setelah mandi dan makan, aku dan Leli ke walmart supercenter yang hanya berjarak 5 menit untuk membeli kebutuhan makan selama di resort. Lalu kami semua membicarakan perjalanan esok. Kami tidak ingin ke theme park hari minggu karena pasti penuh, selain masih ingin bersantai dan bangun siang. Kemudian kami tidur sekitar jam 11 malam. Damian terlihat excited dan susah tidur, salah satunya karena ia banyak menghabiskan waktu di jalan untuk tidur! 
 
 Hari ini kami melalui jarak 990 km. (continued....)

Tuesday, February 14, 2006

Make Over


***Sebelum*** ***Sesudah***

Monday, February 06, 2006

Cinta yang Tercecer

Lebih sepuluh tahun yang lalu, seorang mantan pacar menyatakan cintanya pada saya. Waktu itu bulan November, tanggal 14. Waktu saya tanya, kenapa tanggal itu yang dia pilih (selain karena malam minggu, tentunya), dia jawab begini. "Supaya tiga bulan lagi, bisa dirayakan pas Valentine." Huuuu.... romantis ya...?! Sempat terpikir juga, lho kalau ditolak gimana, nggak jadi dong 3 bulanan-nya. Tapi cintanya saya terima. Buat yang lagi jatuh cinta, valentine memang spesial. Hingga kemudian tidak lagi jadi tradisi, karena banyak hari-hari lain yang lebih spesial. Hingga lupa hari itu ada dan memandang aneh orang yang merayakannya. Hingga kemudian cinta tak lagi jatuh penuh emosi, tapi mengalir tenang dan pasti.

Sampai di bulan februari ini, saat tiba-tiba suasana penuh merah hati. Saya jadi ingat 'masa muda' dulu. Saat kuliah dan gaji pertamanya mengajar dibelikan coklat cadbury raksasa buat saya (padahal saya tahu pasti ia punya kebutuhan lain yang lebih penting). Saat dihabiskannya seminggu penuh di kamar kos dan keluar dengan gambar potret saya berukuran setengah jendela. Saat kuncup mawar jadi berbagai arti yang tak terungkap. Lalu, belum lama ini seorang kawan bertanya,"...masih kayak dulu, Dy?"

Tentu saja tidak. Seperti lagu lama, menikah kan memang beda dari pacaran. Dan setelah punya anak, cinta jadi lebih berwarna. Tapi tanpa embel-embel coklat dan bunga, saya menemukan banyak cinta di sekeliling saya. Remah-remah cinta yang tercecer. Ada di mana-mana, seringkali tak terlihat.

Paling tidak, saya bisa sebutkan selusin remah yang membuat saya tahu masih dicintai:
1. Saat bangun pagi dan kopi sudah menanti
2. Saat dibuatkan gambar spesial yang hanya-dia-yang-tahu-artinya
3. Saat ditatap mata mungil dengan ucapan," I love you, mama...."
4. Saat ditelepon dengan pertanyaan,"Lagi ngapain...?"
5. Saat dipeluk tiba-tiba tanpa alasan jelas
6. Saat diminta nyanyi bersama
7. Saat ditunggu-tunggu pulang ke rumah kalau pergi
8. Saat dibangunkan dengan ciuman di pagi hari
9. Saat tumpukan piring kotor sudah tercuci bersih
10. Saat lagu dan film yang diinginkan tiba-tiba tersedia di rumah
11. Saat tak perlu menurunkan belanjaan dari mobil
12. Saat menyediakan makanan di meja terdengar ucapan," Thank you, mama..."
Ah ya, dan ratusan remah lainnya....