Sunday, July 16, 2006

Tiga Minggu



Sudah tiga minggu off dari pojok ini. Mungkin minggu depan bakal kembali, mungkin lebih lama lagi.


Seminggu pertama dihabiskan bermain bersama pria berkumis dan bajak laut yang kelelahan ini.

Minggu kedua road-trip selama empat hari ke utara dan timur Baltimore. Kali ini kami pergi bersama Riko dan Arti, menyusuri aspal total sekitar 1800 miles.
Persinggahan pertama di Albany, NY. Kemudian menuju utara melalui jalan pinggir danau dan bukit yang indah di Vergennes.

Persinggahan berikutnya di Burlington-Vermont, menginap satu hari. Kota pinggir danau yang cantik.

Esok siangnya singgah di Ben&Jerry's Ice Cream Factory, sekaligus melihat film sejarah dan proses produksi ice cream di sana. Damian sempat bermain di playground, dan kami melihat makam untuk ice-cream yang kurang sukses di pasaran, lengkap dengan nisannnya.

Lalu mampir makan siang di Quechee-Vermont, di restoran yang lokasinya sekaligus tempat pembuatan blowing-glass art 'Pearce Glass'.

Malamnya sampai di Boston-Massachusetts, menginap dua malam di Braintree. Esok paginya menuju Harvard Square mengunjungi Harvard dan MIT.


Lalu makan siang di Penang, Chinatown, dan menuju Boston Harbor dan Quincy Market. Sorenya berjalan-jalan di Newbury Street, semacam 5th Ave di NY tapi berupa rowhouse yang direvitalisasi jadi pertokoan. Nice city!


Hari ketiga di Boston kami pulang menuju Baltimore dengan menyempatkan singgah di Providence-Rhode Island, dan New Haven-Connecticut mengunjungi Yale. Thanks to our ride-partners Riko & Arti!


Ah ya, minggu ketiga dihabiskan dengan menonton final WC, dan kembali bermain bersama Superman, Bajak Laut, Train Driver, Popeye, Batman, Dmitri, Scholl-boy, Monkey ....

Sunday, July 09, 2006

A Part of Me

Ia sudah jadi bagian diri
Saat kuhirup kopi di pagi hari,
minus versi tubruknya yang legit kental.
Saat aku meraih bacaan dan membawanya ke kamar mandi.
Lupa diri saat tenggelam dalam barisan abjad,
menentengnya kemanapun hingga tamat.
Saat kucuri rokoknya dan kuisap diam-diam,
berlanjut dan kemudian terlupakan.
Saat menemaninya menyatroni piala dunia melawan dini hari,
dan hingga kini masih kunikmati.

Harapannya jadi bagian harapanku
Saat kuliah dua tempat, sekolah arsitekturnya tak tamat,
aku yang meneruskan dan kami berbagi proyekan.
Kala menjelajah tempat dan safari darat,
mencoba melihat dunia tanpa tinggalkan akar.
Melakukan dua hal sekaligus bersamaan,
mencurahkan pekerjaan tangan hingga melupakan sekitar.
Seringkali enggan mendengar hingga tersandung,
belajar melalui jalan tersulit...

Otaknya sudah jadi bagian alam pikirku
Seperti kala sepucuk suratnya kuterima mengurai chaos dan kosmos,
membahas maya di luar nyata yang menyelip di indra.
Saat melihat orang baik adanya kadang tertipu
Memandang gelas cenderung setengah penuh walau lebih separo kosong
Kala mencoba mencerna alkitab sekaligus membaca sejarah Siddhartha
Memeta inspirasi dalam perjalanan jauh, menyangkal lelah,
membuang amarah dalam ayunan langkah

Ia sudah jadi bagian diri,
he never really left me....