Tuesday, May 10, 2005

Putih

Diusung intip surya pagi, aku putih hari ini. Warna indah busur pelangi membaur, sembunyi. Seribu warna yang memang putih asalnya. Kala putih itu muncul, silaunya membutakan indera. Membungkus otak, merayapi raga.

Kala bajuku putih, enggankah kamu menodainya? Kala hatiku putih, tegakah kamu semburatkan darahnya? Dan saat helai itu congkak kilaunya, ia memohon dirapati barisan abjad. Dilitani doa, diurapi berkat. Huruf itu melayang sebelum ditulisi, otak itu mengawang sebelum dicermati. Seperti awan yang enggan menurunkan hujan, atau bunga yang urung mekar. Kata-kata yang hilang ucap, atau petuah basi dalam nasihat.

Tidakkah indah putih itu. Melambai memanggil dalam damai. Menguasai tanpa tendensi. Menyerah tanpa kalah. Menitahmu mencuci muka, tangan, dan kaki. Membisikimu putih rasio, melumat merah emosi. Mendamparkanmu dalam hening, menyegarkan dalam bening.

Diusung intip surya pagi, aku putih hari ini. Ingin menyamari tembok untuk tak dikenali. Merelakan diri untuk dicoreti.


8 drops:

durin said...

"...dan ternyata putih tersusun dari berbagai ragam warna..."

neenoy said...

dy and her beautiful words :)

Anonymous said...

another beautiful words fr dy..:)
'pha khabar, dy?

umi

atta said...

putih... bersih ;)

-rino said...

indah banget, dy :-)

biru elang-bara said...

putih, titik akhir menuju bening; ketiadaan pamrih, ketiadaan harap...

merlyna lim said...

speechless, dy.... beautiful.

merlyna lim said...

"putih" masih jadi favoritku dari blogmu, dy.
hari ini aku dan seorang kawan membaca "putih" mu bersama. wow.. membuat aku hampir menangis...
makasih dy..

mer, waiting for another magic posting from dy