Wednesday, August 18, 2004

Deklarasi

Kemarin Hari Kemerdekaan RI. Aku sama sekali tidak ingat. Karena tidak ada Merah-Putih yang berkibar seminggu sebelumnya. Karena tidak ada edaran minta sumbangan dari kelurahan. Karena tidak ada upacara bendera di tivi dari pagi hingga petang. Karena aku tidak menunggu-nunggu acara karnaval sepeda yang bisa diikuti Damian. Karena bazaar tujuhbelasan Kedutaan Indonesia di DC sudah lewat empatbelas hari. Karena aku tak sengaja mengingat-ingat.

Sampai aku mampir di sebuah blog yang membahas bahwa di hari kemerdekaan ini, bangsa Indonesia sebenarnya belum merdeka. Sampai percakapan di telepon dengan Ibu yang masih ikut lomba gerak jalan di kantornya. Sampai seorang kawan melahirkan anaknya yang Mahardhika. Sebuah kelahiran yang mengingatkan pengalaman sendiri. Dan hadirnya seorang bayi.

Lahirnya manusia bayi adalah seperti deklarasi. Ia menjerit lengkingan bahwa ia ada. Ia meronta di pikuknya dunia di luar rahim bunda. Ia menangisi ecapan air susu. Dari sederet garis tahun manusia, bayi-lah yang sebenarnya paling merdeka. Ia utuh dan bebas. Dari dogma dan perintah. Dari materi dan iri. Dari berbagai hal yang mampir di hidupnya sekian hari, sekian bulan kemudian. Ia hanya punya emosi, dan keajaiban yang mendesakkan bahagia di hati. Kerelaan hilangnya bebas untuk sebuah merdeka baru yang penuh harap. Penuh puja dan cinta. Penuh lembaran tergores doa orang tua. Hingga ia mencari kemerdekaannya sendiri. Kelak.


IF A CHILD....

If a child lives with criticism,
he learns to condemn.
If a child lives with hostility,
he learns to fight.
If a child lives with ridicule,
he learns to be shy.
If a child lives with shame,
he learns to feel guilty.
If a child lives with tolerance,
he learns to be patient.
If a child lives with encouragement,
he learns confidence.
If a child lives with praise,
he learns to appreciate.
If a child lives with fairness,
he learns justice.
If a child lives with security,
he learns to have faith.
If a child lives with approval,
he learns to like himself.
If a child lives with acceptance and friendship,
He learns to find love in the world.
[author unknown]

Selamat untuk kawan kami Ndew dan Gunar, semoga kelahiran sang putra melengkapi kebahagiaan keluarga.

3 drops:

neenoy said...

kemaren mudik, adeknya tribud nikah...

btw... salam selamat juga ya buat gunar dan ndew. lahir pas 17an gitu?

dy said...

pantesan lama, Noy... 'tul, lahirnya pas 17, makanya bernama Mahardhika.

Anonymous said...

Best regards from NY!
» »